Capsule Wardrobe Experiment (Part 1)

07:00



Sebelumnya saya pernah menulis topik ini sebelumnya, namun tidak selesai dan terlantar. Hiks. Kali ini saya akan mencoba menulis ulang dengan perspektif yang lebih praktis. Jadi kalau pengen ngerti yang lebih detail, nanti dikasih linknya.

Capsule Wardrobe

Pertama kali tahu istilah capsule wardrobe ini dari blognya mbak Caroline: Un-fancy. Capsule wardrobe (sampai sekarang saya belum menemukan padanan kata dalam Bahasa) mengajari kita untuk bisa memilih pakaian dengan lebih bijak: tahan lama tapi tetap stylish. Di dalamnya ada panduan agar kita bisa punya koleksi pakaian yang tidak termakan waktu (timeless) dan mudah dipadu-padankan.

Semangat dari capsule wardrobe yang saya adopsi adalah pengendalian konsumsi serta pengalokasian energi & waktu. Saya jadi lebih bisa mengendalikan diri saat melihat tulisan SALE di mall atapun saat sis-gan online shop upload produk baru di Instagram. Kalau ga doyan jajan dan belanja, harusnya punya lebih banyak watu dan energi buat yang lain dong yah.

Hijabi Capsule Wardrobe

Yang saya suka dari tulisan capsule wadrobe di Un-fancy adalah penekanan untuk selalu menikmati proses adaptasinya. Artinya kita engga perlu saklek, bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing, baik geografis (cuaca dan budaya) serta kemampuan financial.

Saya sendiri punya dua perbedaan dari konsep awal capsule wardrobe: saya tinggal di negara tropis dan menggunakan hijab. Karenanya, saya menerapkan konsep capsule wardrobe ini dengan versi saya sendiri, yang lebih praktis dan fungsional: hijabi capsule wardrobe.

Intinya konsepnya sih sama, hanya saya sesuaikan sedikit dengan kebutuhan saya memakai hijab setiap hari dan menyesuaikan cuaca yang hanya ada 2 macam (hujan dan kemarau). Detailnya nanti bisa cek di tulisan berikutnya yah! Ciao!

You Might Also Like

0 comments

Subscribe