About the Long Hiatus

07:00



Blog ini akhirnya hiatus lagi dan saya merasa sangat bersalah karenanya.

Sebenarnya hiatus ini seperti penyakit kambuhan bagi saya. Di satu waktu saya bisa sangat semangat menulis, namun di waktu lain saya bisa down hingga tidak ada satupun tulisan yang bisa saya selesaikan. Dalam kondisi ekstrim, saya bahkan tidak bisa membuat caption untuk foto Instagram. Hahaha, lebay ya beb!

Untuk mengantisipasinya saya membuat stok tulisan lalu menjadwalkannya terposting otomatis secara berkala. Jadi, ketika saya tidak punya tulisan, tidak bersemangat, atau sedang riweh dengan dunia nyata, blog ini tetap update. Intinya saya ingin konsistensi blog ini terjaga.

Tapi rencana tinggal rencana, Sing-Ngecat-Lombok berkata lain. Sampai stok postingan-terjadwal habis, saya belum menghasilkan tulisan lagi. Lalu blog ini hiatus (lagi), terlantar. Hiks!

Saya mengingat kembali kenapa saya mau membeli domain pribadi untuk blogging, padahal saya tahu skor konsistensi saya masih rendah. Dulu, niatnya sih buat terapi, beb. Terapi displin dan konsisten. Kalau domainnya berbayar mana tau saya jadi lebih semangat nulis. Kan sayang banget kalau udah bayar tapi tidak dimanfaatkan. Seperti sekarang, blognya nganggur engga dimanfaatkan. Hiks sedih.

Sebenarnya saya juga ga terlalu ngerti kenapa saya blogging. Memangnya ada yang baca gitu? Hahahaa! Saya simply merasa harus bertanggung-jawab saja dengan komitmen yang saya buat sendiri: terapi displin dan konsisten. Kalau soal tulisannya masih amburadul, yaa mohon dimaklumi ya beb.

Oke, jadi setelah ini saya akan menyusun ulang jadwal menulis dan mengisi blog ini. Semoga setelah posting ini, bebebs bisa melihat postingan di blog ini lebih banyak dan lebih konsisten. Aamiin! Semangat bebs!

You Might Also Like

0 comments

Subscribe